Skip to main content
13 November 2025

Hunting Foto Portrait dengan Nikkor Z 50mm f/1.2

Hunting Foto Portrait dengan Nikkor Z 50mm f/1.2

Pada kesempatan kali ini saya melakukan hunting foto portrait menggunakan lensa Nikkor Z 50mm f/1.2 dalam event moody portrait di Studio 58 Darnawangsa. Event yang berlangsung di Studio 58 Darnawangsa ini di mentori oleh photographer portrait Oppa Photonia. Studio ini salah satu studio dengan karakter cahaya alami yang sangat menarik. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman menggunakan lensa Nikkor Z 50mm f/1.2 S untuk sesi hunting foto portrait yang penuh dengan eksplorasi cahaya dan kedalaman visual.

Portrait Z50mm f/1.2s

1/1000 || f/1.2 || ISO-100

Eksperimen Cahaya dan Komposisi dengan Z50mm f/1.2S

Hunting foto portrait di Studio 58 memiliki jendela besar dengan cahaya alami yang masuk dari samping dan juga natural lighting dari atap yang biasa disebut skylight.

Kondisi ini sangat ideal untuk menciptakan pencahayaan side lighting teknik yang mempertegas bentuk wajah dan tekstur kulit subjek. Dengan bukaan besar f/1.2, saya dapat menangkap cahaya yang lembut dan membuat latar belakang larut dalam blur yang halus juga mendapatkan cahaya yang cukup sehingga tidak perlu menaikkan ISO untuk kualitas foto yaang baik.

hunting foto ambient light dengan nikon z50mm f/1.2S
hunting foto portrait ambient light dengan nikon z50mm f/1.2S
Ekspressi model foto portrait Z50mm f/1.2S

Dalam hal komposisi, lensa 50mm memberi sudut pandang yang cukup “natural” untuk portrait: tidak terlalu sempit seperti lensa tele, dan tidak terlalu lebar sehingga distorsi wajah bisa muncul. Saya juga bermain dengan ruang negatif di sisi-sisi frame agar subjek tampak “tertarik” keluar dari latar belakang yang blur. Kesimpulannya lensa 50mm memberi sudut pandang yang natural untuk portrait, sehingga framing terasa seimbang dan tidak terlalu sempit.

Selain itu adapun konsep foto dengan tema breakfast in kitchen, yang dibantu lighting ulanzi sebagai backlight di areal belakang dapur dan satu direct ke arah subjek untuk menerangi model. Cahaya terlihat hangat bak matahari pagi hari. 

Suasana Pagi Hari dengan View Pantai dan Batu Kubur. Pukul 06.29 WITA

Depth of Field Saat Hunting Foto Portrait

Dengan bukaan lebar f/1.2, saya mendapatkan depth of field yang sangat tipis—hanya bagian kecil dari wajah atau mata yang benar-benar dalam fokus. Efeknya: subjek tampak mengambang dari latar belakang yang larut dalam blur halus.

Lebih jauh, menurut berbagai review teknis:

  • Lensa ini menunjukkan performa ketajaman yang sangat baik bahkan di f/1.2 dan makin meningkat pada f/1.4 – f/2.0.

  • Distorsi sangat minimal (sekitar 0,21% pincushion) dan vignetting cukup baik dikontrol meski di f/1.2.

  • Autofokus cukup akurat dan cepat untuk bukaan besar, meskipun bukan yang tercepat absolut.

Karakter Bokeh lensa Nikkor Z50mm f/1.2S

1/160 || f/1.2 || ISO-200

Karakter Bokeh & Rendering Lensa

Berikut beberapa aspek spesifik dari “karakter optik” lensa ini yang saya alami dan cocok dilengkapi dengan review ahli yang saya ambil dari referensi dari website : https://photographylife.com/reviews/nikon-z-50mm-f-1-2-s dan https://www.photographyblog.com/reviews/nikon_z_50mm_f1_2_s_review

  • Rendering halus dan creamy: Area di luar fokus tampil sangat lembut dan menyatu, ideal untuk portrait.

  • Transisi gradual dari bidang fokus ke blur: Subjek tampak keluar dari latar dengan adanya perbedaan fokus yang lembut, tanpa perubahan tajam yang mengganggu.

  • Highlight out-of-focus yang bulat dan estetis: Desain diafragma 9 bilah melingkar membantu menghasilkan bokeh point-light yang besar dan bulat, tanpa tepi kasar.

  • Minim aberasi optik: Review menunjukkan bahwa color fringing (CA) lateral cukup rendah (< 1.1 piksel) dan gejala onion-ring di bokeh hampir tidak tampak.

  • Perlawanan terhadap flare & ghosting: Berkat lapisan Nano Crystal Coat dan ARNEO, lensa ini tahan terhadap flare dan ghosting, meski dalam kondisi backlight berat tetap butuh pengaturan sudut yang hati-hati.

Karakter Bokeh lensa Nikkor Z50mm f/1.2S

1/160 || f/1.2 || ISO-200

Hasilnya dalam sesi saya: ketika subjek saya posisikan di dekat jendela, dengan bukaan f/1.2, saya mendapatkan foto dengan mata yang tajam, latar belakang yang larut dalam blur creamy, highlight dari jendela yang membentuk “lingkaran‐cahaya” di belakang—membantu memperkuat mood sinematik.

Bokehnya juga sangat halus, dengan transisi blur yang smooth tanpa distraksi di area belakang. Dalam kondisi cahaya kontras, highlight di latar belakang pun tetap terkontrol dengan baik, tanpa chromatic aberration yang mengganggu.

Keunggulan & Kekurangan Lensa Nikkor Z 50mm f/1.2S

Keunggulan

  • Ketajaman tinggi di seluruh aperture, termasuk f/1.2.

  • Kemampuan low-light memukau, dengan bukaan f/1.2 yang memungkinkan kecepatan tinggi sekalipun dalam kondisi kurang cahaya.

  • Rendering warna dan kulit yang alami, bokeh lembut, membantu potret dengan karakter emosional.

  • Konstruksi profesional: weather sealing, kontrol ring tambahan, panel OLED, fitur tombol fungsi. 

Kekurangan

  • Bobot dan ukuran yang besar: Berat sekitar 1.090 g dan panjang sekitar 150mm. Tidak ideal untuk penggunaan ringan atau jalan-jalan.

  • Harga premium: Untuk banyak pengguna, harga tinggi menjadi penghalang.

  • Autofokus sedikit lebih lambat dibanding versi yang dibuka f/1.8 dan fokus harus benar tepat karena depth of field sangat tipis—memfokus di f/1.2 memang menantang.

  • Vignetting dan flare tetap ada jika kondisi cahaya ekstrem—meskipun dalam kontrol bagus untuk kelasnya.

Apa pun jenis cahayanya, setiap foto punya karakter sendiri. Natural light bisa bikin gambar terasa lebih alami, sementara artificial lighting bikin kita bebas bereksperimen. Dua-duanya bagus, tinggal disesuaikan saja dengan konsep yang mau ditonjolkan. Kalau mau melihat hasil dengan artificial light, bisa lihat Klik Disini!