Tour Jawa Timur : Family Trip ke Taman Gandrung Terakota Banyuwangi
Tour Jawa Timur : Family Trip ke Taman Gandrung Terakota Banyuwangi
Perjalanan ke Banyuwangi ini di awali dari Rest Area Utama Raya, Situbondo, setelah melakukan 18 jam mengemudi dari Jakarta - Situbondo. Dalam rangka family trip keliling Jawa Timur, saya tiba di Banyuwangi tepat pukul 08.00 malam.

Karena hari sudah gelap dan hujan turun cukup deras, saya dan keluarga memutuskan untuk langsung menuju penginapan. Kami memilih menginap di Ijen Resort and Villas – The Hidden Paradise, sebuah penginapan yang terkenal dengan panorama pegunungan dan sawah yang sangat indah. Namun keindahannya tidak bisa terlihat pada malam hari disertai hujan yang cukup lebat.
Sayangnya, rencana awal kami untuk mendaki Gunung Ijen terpaksa dibatalkan. Kondisi cuaca yang hujan terus menerus, serta faktor kesehatan dan kesiapan fisik, membuat kami memilih opsi wisata yang lebih santai. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengunjungi Taman Gandrung Terakota, dilanjutkan ke Hutan Djawatan.

Pintu gerbang memasuki Taman Gandrung Terakota
Jarak dari Penginapan ke Taman Gandrung Terakota
Jarak dari tempat saya menginap, yaitu Ijen Resort and Villas – The Hidden Paradise, menuju Taman Gandrung Terakota ternyata tidak terlalu jauh. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit dengan mobil. Jalan menuju lokasi cukup nyaman, dengan pemandangan sawah dan perbukitan yang membuat perjalanan terasa singkat dan menyenangkan. Lokasinya yang berdekatan ini menjadikan Taman Gandrung Terakota pilihan ideal ketika kami memutuskan untuk tidak mendaki Gunung Ijen karena cuaca.
Saat pertama kali melangkah memasuki Taman Gandrung Terakota, saya langsung disambut barisan patung-patung penari Gandrung yang berdiri anggun di tengah hamparan sawah. Sebagai seorang fotografer, pemandangan ini seperti “panggung alami” yang sudah disiapkan sejak lama: komposisi patung, tekstur terakota yang basah oleh embun, warna hijau sawah yang kontras, dan nuansa langit mendung membuat setiap sudut terasa sangat fotogenik. Setiap langkah selalu membuat saya berhenti sejenak hanya untuk menikmati momen.


Tentang Taman Gandrung Terakota Banyuwangi


Apa Itu Taman Gandrung Terakota?
Taman Gandrung Terakota adalah destinasi wisata seni dan budaya yang terletak di kawasan Jiwa Jawa Resort Banyuwangi, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Tempat ini merupakan taman terbuka luas yang dipenuhi ratusan patung penari Gandrung—ikon tarian khas Banyuwangi—yang terbuat dari terakota.
Nama “Gandrung Terakota” merujuk pada gabungan antara tarian Gandrung dan material terakota (tanah liat bakar). Patung-patung ini diposisikan di area persawahan dan amfiteater terbuka, menciptakan suasana artistik yang sangat unik.

Sawah dan Patung Penari Gandrung membuat kontras warna yang menarik
Daya Tarik Taman Gandrung Terakota
1. Ratusan Patung Penari Gandrung
Salah satu ciri khas taman ini adalah patung-patung penari Gandrung yang berjejer rapi seolah sedang menari di tengah sawah. Ini menciptakan pengalaman visual yang sangat memukau, terutama bagi fotografer atau pecinta seni.
2. Amfiteater Terbuka
Terdapat ruang pertunjukan terbuka yang digunakan untuk konser, pementasan tari Gandrung, dan acara budaya lainnya. Pada waktu tertentu, pengunjung bisa menyaksikan langsung pertunjukan seni tradisional Banyuwangi.
3. Pemandangan Alam yang Menyejukkan
Taman ini dikelilingi area persawahan, pepohonan, dan latar belakang pegunungan. Suasananya sangat tenang dan cocok untuk keluarga yang mencari destinasi wisata santai.
4. Cocok untuk Pecinta Fotografi
Sebagai fotografer, Taman Gandrung Terakota menawarkan banyak spot menarik. Perpaduan antara seni patung, landscape alam, dan komposisi yang unik membuatnya menjadi tempat foto yang ideal.


Pengalaman Saya di Taman Gandrung Terakota
Di tengah eksplorasi itu, saya mengetahui bahwa taman ini tidak hanya berisi patung. Ternyata, Taman Gandrung Terakota juga menjadi ruang hidup bagi seni tradisi Banyuwangi. Disin terdapat Pendopo, sanggar tari dan galeri seni. Para pengunjung bisa menyaksikan tari gandrung secara langsung yang diawali host yang menceritakan mengenai sejarah tari Gandrung di Banywangi.

Tari Gandrung ini bukan sekadar tarian. Ia adalah perjalanan batin dan budaya. Melihat bagaimana Taman Gandrung Terakota diciptakan sebagai ruang pelestarian seni, saya merasa tempat ini bukan hanya destinasi wisata tetapi juga museum hidup yang menyatukan seni, alam, dan tradisi dalam satu ruang yang harmonis.
Masih di area taman, ada sebuah cafe bernama Roemah Tjoklat Ijen, Java Banana Coffee dan Warung Sabin yang suasananya sangat nyaman. Kafe ini menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman yang enak-enak, cocok untuk beristirahat setelah berkeliling taman. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah coklat panasnya. Menikmati coklat panas sambil memandang hamparan sawah dan deretan patung Gandrung di tengah suasana mendung setelah hujan benar-benar menciptakan momen yang hangat dan syahdu. Hawa dingin pegunungan dan aroma tanah basah membuat pengalaman sederhana di kafe ini terasa begitu spesial.


